Keunggulan Dari Makanan Organik

By | March 18, 2022

Susu organik didapatkan dari peternakan organik, di mana rumput yang dimakan sapi bebas dari pestisida. Denmark merupakan salah satu pelopor pertenakan susu organik.  Erika T. Luquin, Konsultan makanan & peternakan organik dari kedutaan besar Denmark di Jakarta, menunjukkan pengalaman negaranya dalam memperluas gaya hidup yang organik.

Menurut Erika, dibutuhkan waktu 30 tahun menciptakan pencerahan tentang organik sampai saat ini di mana produk produk organik telah menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat Denmark.

Denmark termasuk negara pertama yg membuat legislasi mengenai produk organik. “Kuncinya merupakan terus berinovasi. Melalui Organic Action Plan, kami mendukung riset, menyediakan acara bagi peternak yang ingin mengganti peternakannya dari konvensional menjadi peternakan organik. Targetnya menggandakan area organik, dari tahun 2007 hingga 2020,” ungkapnya.

Jika Kamu ingin beralih mengonsumi makanan atau produk pangan organik, Kamu harus memastikan ya bahwa makanan organik yg Kamu beli telah disertifikasi organik.  Anda bisa memilih makanan organic dari Melilea yang terbuat dari berbagai buah dan sayur organic, yaitu Melilea Greenfield.

Sertifikasi produk organik pada Indonesia masih dilakukan oleh partikelir. Menurut Apriyanto Dwi Nugroho, Kepala Bidang Keamanan Pangan Segar, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian RI, setidaknya terdapat 9 lembaga tunjangan profesi organik pada Indonesia saat ini.

Kementerian Pertanian sendiri sudah memiliki regulasi organik, diantaranya SNI 6729-2016 mengenai sistem pertanian organik, Perementan No 64 tahun 2013 mengenai sistem pertanian organik & Peraturan Kepala BPOM No 1 tahun 2017, mengenai supervisi pangan olahan organik.

“Saat ini ada semua produk pertanian organik telah memakai logo hijau dengan kode LSO. Sedangkan produk makanan olahan organik, menjadi kewenangan BPOM buat ijin edar. Jadi belilah yg telah ada logo resmi tadi,” istilah Apriyanto.

Dr. Fiastuti Witjaksono, spesialis Gizi Klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengungkapkan bahwa meskipun belum terbukti manfaat kesehatan makanan organik dibandingkan makanan non organik, namun tidak ada salahnya mengonsumsi makanan organik yg bebas pestisida. 

“Selama ini konsumen makanan organik kebanyakan adalah penderita kanker, atau anak berkebutuhan khusus. Seharusnya kuliner organik dikonsumsi buat tindakan pencegahan. Makan makanan sehat merupakan investasi supaya terhindar dari berbagai penyakit kronis,” ucap dr. Fiastuti.

Studi terkini terkait konsumsi organik yg dilakukan di Perancis, seperti yang dijelaskan DR. David, menerangkan bahwa orang yang mengonsumi makanan organik mempunyai residu pestisida jauh lebih sedikit daripada yg mengonsumsi makanan non organik.