Definisi, Macam-Macam dan Yang Termasuk Force Majeure

By | April 2, 2022

Dalam sebuah perjanjian terkadang tidak semuanya bisa berjalan dengan lancar. Terkadang ada beberapa hal yang menyebabkan sebuah klausul dalam perjanjian tersebut tidak bisa dipenuhi. Salah satu contohnya ketika ada hal yang mendesak, seperti force majeure.

Definisi Force Majeure

Force majeure sendiri berarti kekuatan luar biasa. Hal tersebut berhubungan dengan kuasa Tuhan yang mana manusia tidak bisa dipersalahkan. Contohnya seperti adanya gempa bumi, tsunami, gempa bumi, angin tornado, perang, epidemik, dan beberapa hal lainnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa force majeure merupakan tindakan memaksa yang mana salah satu pihak tidak bisa memenuhi kewajibannya dikarenakan hal yang terjadi di luar kemampuannya. 

Mengenai force majeure ini sudah diatur dalam Pasal 1244 dan 1245 KUHPerdata yang mana mengatur jika pihak yang berhutang bisa membuktikan ketidakmampuannya untuk melakukan kewajiban tersebut dikarenakan keadaan yang tidak terduga, maka yang bersangkutan tersebut tidak bisa dituntut. 

Macam – Macam Force Majeure

1. Relatif

Merupakan suatu keadaan yang bisa menyebabkan pihak pertama tidak bisa melakukan kewajibannya pada pihak kedua. 

2. Absolut

Terjadi ketika pihak pertama tidak dapat memenuhi kewajibannya pada pihak kedua. Hal tersebut tidak bisa dilakukan dikarenakan adanya bencana alam. 

3. Temporer

Dalam hal ini, prestasi tidak bisa diberikan secara langsung, akan tetapi masih bisa dilakukan. Contohnya seperti buruh yang mogok kerja untuk kemudian kembali bekerja sehingga perusahaan bisa kembali beroperasi. 

4. Permanen

Sesuai dengan namanya, prestasi yang satu ini tidak bisa lagi dilakukan. Misalnya seperti kontrak untuk pembuatan patung yang mana pembuat patung sudah tidak bisa bekerja kembali karena sakit. 

5. Subjektif

Merupakan keadaan yang menyebabkan debitur terhalang untuk melakukan prestasinya karena situasi yang tidak terduga pada saat kontrak dibuat. 

6. Objektif

Terjadi pada benda yang tadinya digunakan dalam objek perjanjian namun tidak bisa diberikan karena situasi tertentu. Misalnya benda itu terbakar atau hilang. 

Hal-Hal yang Termasuk Force Majeure

  1. Kontaminasi radioaktif dari bahan atau limbah nuklir, bahan peledak yang beracun, atau yang memiliki sifat berbahaya lainnya dari hasil rakitan nuklir yang bisa meledak. 
  2. Huru hara, kerusuhan, pemogokan, perlambatan, kekacauan atau penutupan. 
  3. Peristiwa atau bencana alam yang terjadi bukan karena kuasa manusia. Contohnya banjir, gunung meletus, tsunami, kebakaran, gempa bumi dan yang lainnya. 
  4. Permusuhan, perang, perang saudara, invasi atau mobilisasi. 
  5. Ancaman atau tindakan terorisme. 
  6. Keadaan yang tidak terduga yang ada diluar kendali pihak yang tidak masuk akal untuk para pihak yang terkena dampak agar mengambil tindakan pencegahan yang tidak bisa dihindari oleh pihak yang terkena dampak menggunakan cara terbaik. 

Selain itu, juga masih banyak beberapa informasi lainnya terkait force majeure. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *