Rumus Panel 3 Phase

By | May 7, 2022

Listrik adalah suatu bentuk energi yang memang tidak dapat dilihat oleh kasat mata namunlistrik dapat dirasakan. Pada ilmu listrik, istilah phase adalah Arus listrik positif. Listrik 1 phase adalah listrik yang menggunakan 1 line dan arus listrik positif.

Rumus Panel 3 Phase

Listrik 2 phase menggunakan 2 phase arus listrik positif, dan begitupun juga listrik 3 phase, menggunakan 3 line Arus listrik positif. Untuk lebih jelas pada listrik 1 phase bertegangan 220 volt dan arus listrik di salurkan oleh Sumber (PLN) menggunakan jenis kabel SR dan terdiri dari 2 kabel berwarna hitam, Kedua kabel tersebut adalah Arus listrik positive dan Negative.

Ciri ciri kabel SR penghantar arus listrik positive biasanya jika di perhatikan memiliki satu garis halus pada kulit kabel. Ciri kabel SR penghantar arus listrik negative biasa nya hanya hitam polos.

Namun untuk lebih amannya disarankan menggunakan test pen untuk menguji nya Terdapat rumus Lalu, untuk menghitung daya listrik 3 phase terdapar rumusnya. Mengetahui rumus mencari arus listrik 3 phase akan mempermudah apabila akan menerapkan penghitungan menggunakan angka. Berikut rumus daya listrik 3 phase dalam satuan VA yang dapat Anda gunakan :

P = √3 x V x I x Cos φ

Dimana:

P = Daya (Watt)

V = Voltage atau tegangan (Volt)

l = Kuat arus (Ampere)

Cos φ = Faktor daya (φ )

√3 = Konstanta yang digunakan apabila memakai listrik 3 phase

Menghitung kebutuhan listrik yang dikonsumsi kadangkala sebab dengan demikian dapat memperkirakan peralatan listrik apa saja yang dapat digunakan pada jaringan tersebut, yaitu sebagai berikut:

  • Mengetahui golongan tarif listrik yang digunakan sangat penting dilakukan sebelum melakukan penghitungan daya listrik. Golongan daya listrik ini menjadi penentu sampai berapa maksimal penggunaan daya bisa terpakai. Jika beban lebih banyak dari daya yang tersedia maka Anda perlu menambah daya sesuai dengan kebutuhan. Daya listrik biasanya dibedakan menjadi beberapa golongan. Diantaranya seperti 900 VA, 1300 VA, 220 VA, dan lain sebagainya. Untuk tarifnya sendiri juga biasanya berbeda-beda. Semakin besar daya yang digunakan umumnya biayanya juga terbilang lebih tinggi.
  • Setelah mengetahui daya listrik yang digunakan pada bangunan tersebut, yang jelas perlu melakukan pengecekan mengenai perangkat listrik mana saja yang memerlukan daya besar. Berbagai peralatan listrik ini dapat diasumsikan kebutuhan dayanya. Misalnya berapakah konsumsi listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan alat tersebut. Selain itu, berapa lama waktu pemakaian juga penting untuk diperhatikan. Karena hal ini juga  mempengaruhi berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk membayar tarif listrik dalam setiap bulannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *