10 Komoditas Impor Indonesia dari Berbagai Negara

Komoditas Impor Indonesia

Komoditas adalah objek yang memiliki fisik nyata dan relatif mudah untuk diperdagangkan, dapat disimpan dalam periode waktu tertentu, dan juga dapat ditukar dengan produk serupa lainnya. Sementara impor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari satu negara ke negara lain secara legal. Secara umum, impor terjadi dalam proses perdagangan. Indonesia memiliki berbagai sumber daya alam yang berlimpah. Namun, ternyata Indonesia masih tidak dapat melepaskan ketergantungan impor dari negara lain. Ini karena permintaan domestik tidak sebanding dengan produksi. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan impor sehingga tidak ada kelangkaan makanan yang dapat menaikan harga jual di pasar.

Dibawah ini adalah beberapa komoditas impor Indonesia dari berbagai negara di dunia. Yuk mari kita simak penjelasannya.

 

10 Komoditas Impor Indonesia

Indonesia mengimpor berbagai jenis komoditas dari beberapa negara di dunia. Berikut ini adalah daftar komoditas yang diimpor oleh Indonesia.

1. Aluminium

Salah satu komoditas yang paling banyak adalah aluminium. Nilai impor komoditas aluminium ini mencapai US$ 881,2 juta atau sekitar Rp 12,1 triliun. Nilai ini cukup fantastis, jumlah aluminium yang berhasil diimpor Indonesia adalah 311,11 juta kilogram. Impor aluminium ini berasal dari Tiongkok.

 

2. Buah-Buahan

Harga impor buah-buahan juga terbilang cukup fantastis. Nilai buah dapat mencapai US$ 741,3 juta atau sekitar Rp 10,2 triliun. Nilai ini digunakan untuk mengimpor 397,7 juta kilogram buah-buahan. Impor buah ini juga berasal dari Tiongkok.

 

3. Sayuran

Selain buah, Indonesia juga mengimpor komoditas sayuran dari Tiongkok yang jumlahnya mencapai US$ 526,8 juta atau sekitar Rp 7,25 triliun. Dengan nilai ini, sayuran yang diperoleh mencapai 603,8 juta kilogram.

 

4. Pupuk

Komoditas lainnya adalah pupuk. Nilai impor pupuk dari negara tirai bambu ini mencapai US$ 523,8 juta atau sekitar Rp 7,21 triliun. Jumlah pupuk yang diperoleh sebanyak 2,3 juta ton.

 

5. Pipa Besi dan Baja

Masih dari Tiongok, Indonesia juga mengimpor komoditas pipa besi dan baja senilai US$ 414,1 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun. Jumlah yang diperoleh untuk komoditas pipa besi dan baja sebanyak 280,4 ribu ton. Selain dari Tiongkok, besi dan baja juga diimpor oleh Indonesia dari Iran, yang berjumlah US$ 16,4 juta atau sekitar Rp 226,3 miliar.

 

6. Tembaga

Tembaga juga impor dari Tiongkok yang jumlahnya mencapai US$ 376,8 juta atau sekitar Rp 5,1 triliun. Tembaga yang diimpor sebanyak 67,1 juta kilogram.

 

7. Minyak Bumi

Indonesia memang memiliki kilang minyak yang terus tumbuh dalam jumlah dan kualitas. Namun, ternyata pemerintah Indonesia juga masih mengimpor minyak bumi. Jumlah minyak bumi yang diimpor dari Tiongkok adalah sebanyak 436,2 ribu ton. Nilai minyak bumi impor ini mencapai US$ 286,7 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun.

 

8. Tembakau

Indonesia juga melakukan impor tembakau senilai US$ 169,2 juta atau sekitar Rp 2,3 triliun. Tembakau yang diimpor juga berasal dari Tiongkok, dengan jumlah sebanyak 38,5 juta kilogram.

 

9. Bahan Bakar Mineral, Minyak Mineral, Zat Bitumen

Selain dari Tiongkok, Indonesia juga mengimpor komoditas lain dari Negara Iran. Komoditas impor terbesar dari Iran adalah bahan bakar minyak dan mineral. Nilai komoditas ini mencapai US$ 364,6 juta atau setara dengan Rp 5 triliun.

 

10. Beras

Meskipun Indonesia adalah negara agraria, ternyata Indonesia juga mengimpor beras dari berbagai negara untuk memenuhi permintaan di domestik. Indonesia mengimpor beras dari negara-negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Pakistan, India, Myanmar, dan lainnya.

 

Mengenal Komoditas yang di Impor oleh Indonesia

Meskipun Indonesia kaya akan sumber daya alamnya, namun ternyata Indonesia juga membutuhkan impor komoditas dari negara lain di dunia. Impor yang dilakukan pemerintah Indonesia dari negara lain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan komoditas domestik. Selain itu, kegiatan impot ini juga dapat membangun kerja sama yang baik antara Indonesia dengan berbagai negara.