Jenis dan Contoh Kemasan Ramah Lingkungan

Ditengah banyak orang mencari energi alternatif, kemasan ramah lingkungan yang biasa disebut eco-friendly, adalah kemasan yang dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah terurai tanah, dapat didaur ulang, dan tidak berbahaya bagi lingkungan serta manusia.

Terlebih, kini kemasan ramah lingkungan bukan hanya digunakan untuk menjaga lingkungan, namun juga sebagai tren baru di kalangan penjual. Pasalnya saat ini, kemasan ramah lingkungan atau segala hal yang bernuansa natural, sedang tren dan tampak terlihat menarik hingga estetik.

Sebagai bentuk kepedulian, saat ini banyak pelaku industri makanan, minuman, fashion, dan lainnya, ikut menggunakan kemasan ramah lingkungan. Nah buat kamu pelaku industri, yang peduli lingkungan, yuk, intip pilihan ide kemasan ramah lingkungan yang menarik dan membuat produkmu jadi terlihat estetik, berikut ini!

Jenis dan Contoh Kemasan Ramah Lingkungan

Berikut adalah beberapa jenis kemasan dan contoh ramah lingkungan yang bisa kamu coba untuk produk bisnis online ataupun offline kamu.

1. Cassava Bag

Saat ini, telah ada inovasi kemasan yang ramah lingkungan, yakni cassava bag atau plastik berbahan dasar serat singkong. Wujud cassava bag tidak jauh berbeda dengan kantong plastik biasanya, namun teksturnya lebih halus dan lembut. Dilansir dari laman Green Alley, cassava bag terbuat dari resin alami di mana terdiri dari 98 persen pati tapioka, 1 persen minyak nabati, dan 1 persen biopolimer alami yang dapat terurai dan dikonsumsi oleh mikroorganisme dalam tanah. Umumnya, cassava bag akan mudah hancur ketika dilarutkan dalam air bersuhu di atas 80 derajat Celsius. Sementara itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sustainable Waste Indonesia, cassava bag hanya membutuhkan waktu sekitar 180 hari untuk terurai dalam tanah. Tentunya, hal ini sangat berbeda dengan kantong plastik biasa yang memerlukan waktu lama hingga benar-benar terurai. Sehingga Kamu pun dapat memanfaatkannya sebagai pilihan kemasan produk toko online Kamu. Kamu pun bisa memilih ukuran plastik dari serat singkong ini sesuai kebutuhan.

2. Kardus Atau Boks

Selanjutnya ada kemasan kardus, seperti boks corrugated bisa didaur ulang atau dipakai kembali sehingga merupakan pilihan kemasan yang ramah lingkungan. Pembeli pun bisa menggunakannya kembali untuk menaruh dokumen atau menyimpan benda-benda lainnya. Sifat dari kardus adalah kuat sehingga dapat digunakan untuk benda-benda yang sensitif seperti produk kesehatan. Di samping itu, kardus sifatnya fleksibel dan dapat dibuat menjadi berbagai bentuk dan ukuran sehingga bisa menyesuaikan dengan produk dan mengurangi biaya bahan yang dibutuhkan.

Kamu pun bisa menambahkan logo brand Kamu, dan elemen-elemen branding pada kemasan.

3. Kertas untuk Kemasan Ringan

Apabila produk Kamu tidak membutuhkan kemasan atau pelindung yang kuat, Kamu juga bisa menggunakan kertas sebagai alternatif. Pasalnya, kertas mudah didaur ulang dan terurai sehingga termasuk dalam kemasan yang ramah lingkungan. Supaya lebih menarik, Kamu bisa mencetak kertas khusus dengan logo brand Kamu. Tidak sedikit juga brand yang menggunakan kertas cokelat untuk menimbulkan kesan natural. Sedangkan apabila produk Kamu membutuhkan kemasan yang kuat sebagai pelindung, maka Kamu bisa menggunakan sisa kertas untuk menjadi bantalan. Nah, bagi Kamu yang menjual makanan, Kamu juga bisa menggunakan kertas wax sebagai alas. Kertas wax memiliki sifat anti lengket, tahan air, dan tahan minyak sehingga cocok untuk membungkus makanan.

4. Kain Atau Pouch

Sebagai alternatif, kain pun bisa Kamu gunakan sebagai bungkus untuk produk Kamu. Di negera Jepang, metode membungkus barang menggunakan kain dengan berbagai motif. Kamu bahkan bisa menggunakan kain dari baju-baju bekas untuk dijadikan kemasan kain. Nah, kain pembungkus tersebut nantinya bisa digunakan pembeli untuk hal lainnya seperti syal, pita, atau aksesoris. Pilihlah warna dan motif kain yang menarik dan sesuai dengan brand Kamu agar brand mudah diingat oleh pembeli. Apabila produk Kamu berukuran kecil, maka Kamu bisa menggunakan pouch untuk mengemasnya.

5. Tas Reusable

Daripada menggunakan plastik, Kamu bisa membuat kemasan berbentuk tas, baik itu tas kanvas, kain, atau tas-tas lainnya.

Di samping menjadi salah satu sarana untuk menegaskan branding, menggunakan tas sebagai kemasan juga memberikan nilai tambah bagi pembeli karena bisa dicuci dan dipakai berulang kali.