Majas merupakan kata kiasan yang digunakan dengan banyak pengertian dan jenis yang bisa digunakan. Seperti majas alegori, metafora, pars pro , hiperbola, litotes, metonimia, dan lainnya. salah satu majas yang sering didengar atau digunakan adalah personifikasi. Majas personifikasi sendiri merupakan jenis majas yang memberikan sifat atau perilaku manusia untuk menjelaskan benda mati. Sehingga majas ini akan memberikan sifat manusia pada sebuah benda mati seumpama berperilaku seperti manusia.
Majas bisa digunakan untuk mengungkapkan sesuatu dengan lebih indah, sehingga memberikan efek tertentu pada kalimat yang disampaikan. Termasuk juga ketika menggunakan majas jenis ini yang memberikan efek tertentu pada kalimat yang akan dikatakan. Selain untuk hal tersebut, fungsi majas sendiri dapat dimanfaatkan sebagai kata yang digunakan untuk memberikan perbandingan, dapat memberikan sindiran, bermaksud untuk melakukan penegasan dari kalimat yang ingin disampaikan, dan terakhir memberikan manfaat untuk pertentangan.
Contoh mengenai majas personifikasi atau untuk menggunakan benda mati yang bertindak dan berperilaku seperti manusia ini bisa digunakan dan didengar pada lirik lagu atau ketika Anda membaca buku. Sehingga majas ini bisa digunakan untuk memberikan kalimat yang lebih indah dan terdengar lebih puitis. Seperti beberapa contohnya adalah:
• Alam mulai enggan bersahabat, seperti lirik lagu yang terkenal dari Ebit G Ade.
• Angin katakan padanya, bawah aku cinta seperti lirik lagu Dewa 19.
• Satu bintang yang berpijar turun menyapaku.
• Kubelai dengan ombakku.
• Hujan turun menyapa alam yang gersang.
• Dan masih banyak lirik lagu lainnya yang menggunakan majas ini.
Untuk ciri dari majas ini sendiri mudah untuk dikenali. Seperti yang di atas adalah seolah-olah memberikan sifat manusia pada benda mati. Hal tersebut membuat majas ini juga bisa masuk ke perbandingan karena membandingkan sifat manusia dan menggunakannya untuk benda mati. Selain itu majas ini juga berkaitan dengan antroporfisme yaitu ciri manusia yang ada pada makhluk hidup lainnya yang bukan manusia dan menggunakan karakteristik manusia untuk menjelaskannya. Ciri selanjutnya dari majas ini adalah memberikan panca indra yang digunakan yang spesifik ada pada manusia, dan terakhir adalah memberikan kondisi dengan cara imajinasi.